jump to navigation

Obama vs Osama February 20, 2009

Posted by koeninq in propaganda.
trackback

images13Demam Obama memang melanda bangsa kita beberapa waktu yang lalu. Cukup mengherankan, karena sesungguhnya Obama sama sekali tak punya darah Indonesia. Ia hanya pernah mengenyam Sekolah Dasar di sini sebelum kemudian kembali ke negaranya (itupun jika bukan karena sakit hati dengan mutu pendidikan negeri ini). Aneh, tapi sejak kapan bangsa ini menjadi bangsa yang mudah GR begini?

Obama memang sosok penting dalam sejarah panjang Amerika. Mewakili kaum berkulit minoritas, bernama tengah ke-Arab-an, berusia muda, dan bukan dari golongan ekonomi kuat, menjadikan Obama seperti akan membawa perubahan besar bagi Paman Sam, dunia, dan juga Indonesia (kembali GR).

Akan tetapi, Amerika bukan negara “kemarin sore”. Dinasti sistem pengendali pemerintahan telah terstruktur dan jauh lebih kuat dari siapapun sosok presidennya. Hal inilah yang kemudian membuat skeptis dan menimbulkan dugaan bahwa Obama hanya akan menjadi simbol semu bahwa perubahan telah terjadi di negara adidaya itu. Hal ini penting karena citra Amerika di mata dunia telah diluluhlantakkan oleh Bush semasa jayanya dulu. Label berubah penting bagi Amerika untuk menegosiasikan ulang posisinya di percaturan politik dan ekonomi dunia.

Mungkin Anda dapat mengatakan saya sebagai orang yang berargumen tak jelas dan mengada-ada. Tapi saya yakin, bahwa Anda sesungguhnya punya keraguan yang sama dengan saya. Hal ini akan semakin menguat karena setelah beberapa waktu memimpin pun, Obama nyaris tak bisa melakukan perubahan riil apapun di dunia ini.

Lantas apa persamaannya dengan Osama? Sadarlah teman, tidakkah Anda pernah bertanya kemana Osama dan jaringan terstrukturnya itu ketika Palestina dibombardir bom-bom Israel? Jangankan bertindak, komentarnya tak sekalipun muncul di televisi. Hal ini semakin menguatkan dugaan kalau Osama sesungguhnya hanyalah agen Amerika yang ditugaskan untuk melemahkan posisi Arab (khususnya Islam) di mata dunia. Dengan meneror dan membunuh terciptalah frame bahwa Islam adalah agama teroris yang tak layak hidup di muka bumi.

Obama dan Osama adalah boneka-boneka sistem pengendalian dunia ala Amerika. Mereka diatur dan diciptakan sebagai sosok yang dapat mempengaruhi pemikiran manusia di seantero jagad ini. Pemimpin Amerika sebenarnya ada di belakang sana, mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk menguasai dunia. Dan jika taruhan itu halal, saya berani bertaruh kalau sosok Osama akan perlahan menghilang setelah Obama naik menjadi presiden Amerika. Hal ini juga akan menciptakan citra kalau Obama (Amerika) berhasil membawa perdamaian di dunia. Kita tunggu saja.

Advertisement

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.