jump to navigation

What If… February 20, 2009

Posted by koeninq in philosophia.
add a comment

images11Tentunya kita semua pernah mendengar slogan dari sebuah merk rokok ini. Iklan yang bertajuk evolusi dan bagaimana hal-hal yang tidak masuk akal kemudian dipertontonkan sebagai sebuah keniscayaan.

Tapi tidakkah kata-kata ini menarik ruang generator pemikiran kita? Tidakkah kelanjutan dan pelengkapan kalimatnya menjadi menarik untuk dilanjutkan? Pertanyaannya adalah kenapa? Kenapa seakan kata “if” yang di-Indonesiakan menjadi “jika” selalu mengundang pertanyaan jika kemudian tidak dilanjutkan?

Jika adalah sebuah kata yang paling unik. Bukan karena susunan huruf penyusunnya, tapi lebih dikarenakan maksud dan awal musabab kenapa kita kemudian menggunakannya. Jika adalah sebuah bentuk dari harapan, tapi bukankah jika juga bisa terlahir dari penyesalan? Karena berharaplah lantas kita mengatakan “jika aku besar nanti, aku akan menjadi…”, dan karena menyesal pulalah kemudian kita mengatakan (more…)

Perubahan Yang Ingin Berubah December 6, 2008

Posted by koeninq in philosophia.
add a comment

images4

Selamat pagi, sore, atau malam. Selamat menikmati hari yang akan membawa anda pergi.Selamat berada di hamparan harapan yang membuat hidup anda menjadi berarti. Waktu kan berubah sedemikian cepat ketika hari dinikmati. Begitu hangat. Demikian ketika hari terus kita nikmati. Selamanya adalah pagi.

Kawan, perubahan adalah keniscayaan. Bayi, remaja, tua. Pagi, siang, sore, senja, malam. Dulu, kini, esok, kelak. Berubah adalah pula keniscayaan. Tak berdaya, dewasa, membuat orang berdaya. Sebagai kepompong yang bermetamorfosa menjadi si cantik kupu-kupu. Bagai induk orang utan yang akan semakin tua dan sakit-sakitan, lalu mati tanpa dikenang. (more…)

Senandung Negeri Pemimpi December 6, 2008

Posted by koeninq in philosophia.
add a comment

images5Detak jam berlalu detik demi detik. Nafas terhela mewarnai indahnya bumi pagi ini. Tidak, bukan hanya pagi ini. Kemarin, kemarin lusa, minggu kemarin, bulan kemarin, tahun kemarin, bahkan sejak nabi Adam baru menginjakkan kaki di sini. Tak ada yang berubah. Bukankah bumi hari ini adalah bumi sama yang pernah diinjak Adam dahulu. Bahkan jika teori keabadian komposisi udara diberlakukan maka (jangan-jangan) molekul oksigen yang kita hirup hari ini adalah bekas molekul oksigen yang pernah mengalir di paru-paru Adam dahulu, atau malah molekul oksigen ini yang pernah mengalir di sela-sela hidung nabi Muhammad. Wah, bangganya jadi manusia. Rasanya takkan ada juga yang berubah sekarang, besok, atau nanti. Semuanya masih akan sama.

Selamat datang di negeri para pemimpi. Di sini negeri tanpa masa depan, karena di sini impian dikekang, inovasi otak dimatikan, kreativitas cuma bakal jadi gurauan. Negeri ini menjanjikan kesejahteraan, tapi rakyat dibelenggu tuntutan irasional. Negeri ini menjanjikan keadilan, tapi di sini (more…)

Kupu-kupu Tak Bersayap December 6, 2008

Posted by koeninq in philosophia.
add a comment

images6Berlari mencoba memahami diri. Mengapa Sang Pencipta tak jua beri kejelasan? Mengapa hina diri harus bertarung mencari sebuah definisi? Mengapa harus begini? Entahlah, hanya waktu yang kan menjadi petunjuk. Hanya Dia yang kan menjadi hakim pembenar. Apakah nanti diri akan membangga jumawa. Atau tubuh kecil ini harus meringkuk di sudut gelap. Berbaris di deretan para terdakwa. Pesakitan yang terlanjur salah memahami.

Apa yang salah dengan kehidupan? Bukankah Kitab memang tak ditulis merinci agar manusia mampu mendefinisi sendiri-sendiri? Karena kita manusia, harusnya kita mampu memahami. Namun apa jadinya bila diri menjadi angkuh. Makhluk berotak sempit yang merasa telah sempurna. Hingga yang muncul kemudian adalah generasi penuduh. Secara serampangan membuat sekat perbedaan. Tidak, saya tak sedang bicara tentang (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.